SELAMAT DATANG DI WEB BANK PADMA
Online Yahoo Messenger
Customer Service Online

Bank Padma pusat  

Telp.0361-722999  

Fax : 0361-727676    

Bank Padma Gianyar    

Telp.0361-949324  

Fax : 0361-951324

Bank Padma Tabanan

Telp.0361-812385  

Fax : 0361-812184    

Bank Padma Singaraja

Telp.0362-29013  

Fax : 0362-25725

Kantor Kas Pasa Badung

Telp.0361-264180

Email ; info@bankpadma.com , padma_bank@yahoo.com

 

  Bank Padma juga memberi layanan WESTERN UNION , Dalam hitungan detik uang langsung anda terima ditempat.

 

Produk Bank Padma

Produk

 

Edukasi dan Literasi Perbankan

Hit Counter

 .

BPR SATU GATHERING

Fri, 28 Aug 2015 @09:40

137 BPR di Bali Ikuti Coaching Clinic Pelaporan Berkala di Bank Indonesia

Peran BPR sebagai salah satu lembaga intermediary di Provinsi Bali masih sangat kondusif di tengah-tengah perlambatan ekonomi global.

selengkapnya...

Fri, 28 Aug 2015 @08:00

Infobank Award

Wed, 26 Aug 2015 @09:52

17 Agustus 2015

Kemerdekaan identik dengan suatu kebebasan, bebas beraktifitas, bebas mengeluarkan pendapat, dan bebas berkreasi, tetapi tidak "semau gue". Berjalan didalam jalur yang ditetapkan, rambu-rambu yang ada, sehingga menciptakan suatu keharmonisan didalam berkehidupan antar sesama dengan rasa kebebasan saling menghargai.(#yudikoyak15)

Tue, 18 Aug 2015 @09:00

Bank Akan Pangkas Bunga Deposito

JAKARTA, KOMPAS.com - Para nasabah mungkin tak lagi bisa menikmati imbal hasil yang cukup tinggi dari deposito. Sebab, beberapa bank pada semester kedua tahun ini berencana menurunkan suku bunga deposito dalam rangka mengecilkan biaya dana atau cost of fund.

Di tengah perlambatan ekonomi, banyak para pebisnis yang tak segan mengerem ekspansi. Makanya, tren perpindahan dana nasabah dari giro ke deposito mulai semarak pada semester pertama tahun ini. Tentu saja beban yang ditanggung oleh bank kian gemuk.

PT Bank OCBC NISP Tbk semisal. Di semester pertama tahun ini, pertumbuhan deposito OCBC NISP mencapai 23 persen. Sedangkan giro dan tabungan masing-masing hanya bertumbuh 15 persen dan 16 persen. Alhasil, biaya dana yang ditanggung NISP berpotensi meningkat.

Maka itu, Direktur Utama PT Bank OCBC NISP Tbk Parwati Surjaudaja mengatakan, ada kemungkinan pihaknya menurunkan suku bunga deposito. OCBC NISP bakal memilih menaikkan porsi simpanan giro dan tabungan.

Sementara itu Direktur Consumer Banking Bank Mandiri Hery Gunardi mengatakan, pihaknya sudah menurunkan suku bunga deposito sejak April 2015. Di sisa tahun ini, penurunan bunga deposito bakal berlanjut. Namun, Hery tak menyebut berapa angkanya.

Kata Hery, Bank Mandiri berharap bisa mengumpulkan dana murah dari masyarakat untuk mencukupi likuditas. Ketika biaya dana tinggi, bank mencari cara untuk menguranginya. "Bank bisa menurunkan cost of deposit dengan tetap menjaga kecukupan likuiditas," kata Hery.

Di semester pertama tahun ini, kenaikan deposito Mandiri mencapai 21,72 persen. Sedangkan tabungan hanya tumbuh 4,54 persen. Sementara, simpanan giro melesat 40,22 persen.

Sementara di BNI, simpanan deposito malah berkurang di semester I 2015. Deposito di BNI turun 9,05 persen secara year on year menjadi Rp 111,16 triliun.

BNI memang getol mengejar dana murah. Direktur Keuangan BNI Rico Rizal Budidarmo mengatakan, porsi dana murah masih stabil yakni antara 63 persen-65 persen. "BNI akan menyesuaikan bunga sesuai perkembangan pasar dan profil risiko nasabah deposan dan kredit," kata Rico. (Galvan Yudistira, Lidya Panjaitan)

Thu, 13 Aug 2015 @08:17

Pelemahan Rupiah

JAKARTA, KOMPAS.com — Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada saat ini dinilai berbeda jauh dengan kondisi pada tahun 1998. Sebab, fundamental ekonomi Indonesia sekarang lebih kuat dibandingkan pada era tersebut.

Analis PT Pefindo, Guntur Tri Hariyanto, menjelaskan, pada 1998, pelemahan rupiah terjadi karena contagion effect (efek domino) dari pelemahan baht Thailand yang kemudian menyebar ke berbagai negara berkembang, termasuk Indonesia.

Pada 1998, kata Guntur, fundamental ekonomi Indonesia sangat tidak baik, cadangan devisa pernah menyentuh 10 miliar dollar AS hingga 15 juta dollar AS, dan rasio utang terhadap gross domestic product (GDP) atau produk domestik bruto (PDB) sempat melambung ke posisi 60 persen.

"Saat ini, cadangan devisa 108 miliar dollar AS dan rasio utang terhadap GDP hanya pada kisaran 25 persen, bahkan merupakan salah satu yang terendah di dunia," kata Guntur kepada Tribun,Jakarta, Selasa (4/8/2015).

Pada era tersebut, pertumbuhan ekonomi dalam negeri menyusut secara tajam hingga minus 13 persen. Namun, laju ekonomi saat ini masih terbilang tumbuh positif antara 4 persen dan 5 persen, walaupun mengalami pelambatan.

Selain persoalan tersebut, menurut Guntur, pelemahan rupiah pada 1998 juga didorong dengan sistem perbankan yang amburadul, ketika bank-bank melakukan pembiayaan terhadap grup bisnisnya sendiri secara berlebihan dengan dana yang diperoleh dari utang dalam mata uang asing.

"Sekarang, pertumbuhan perbankan memang sedang melambat. Namun, sistem perbankan sudah jauh lebih sehat, likuiditas cukup memadai, dan kredit macet cukup terkendali dengan baik. Kondisi tahun 1998 juga menggambarkan ketidakpastian politik yang sangat besar sebab terjadinya pergantian rezim pemerintahan otoriter," ucapnya.

Pelemahan rupiah saat ini lebih disebabkan oleh adanya spekulasi kenaikan suku bunga Bank Sentral Amerika (The Fed) seiring mulai membaiknya perekonomian Negeri Paman Sam. Selain itu, banyaknya permintaan dollar AS untuk membayar utang, terutama pihak swasta, juga turut menekan rupiah.

Kini, nilai tukar rupiah terus terpuruk. Bahkan, rupiah di pasarspot sudah menembus level 13.500 per dollar AS. Pada awal perdagangan hari ini, data Bloomberg pada pukul 08.30 WIB menunjukkan bahwa mata uang Garuda berada di posisi 13.515 per dollar AS, lebih rendah dibandingkan penutupan kemarin pada 13.472.

Sementara itu, rupiah pada kurs tengah Bank Indonesia pada Selasa kemarin berada di level 13.495 per dollar AS, dibandingkan sebelumnya di level 13.492. (Seno Tri Sulistiyono)

Tue, 11 Aug 2015 @10:26

Marketing

Mon, 10 Aug 2015 @10:59

Lama, Pebisnis Keluhkan Proses Kredit Perbankan

Lama, Pebisnis Keluhkan Proses Kredit Perbankan

Tabanan (Bisnis Bali) – Lamanya proses untuk mendapat pinjaman dana segar di sejumlah perbankan masih menjadi keluhan kalangan pebisnis saat ini. Walau prosesnya lama, permohonan kredit tersebut belum tentu disetujui. Kondisi ini berdampak pada ketidakpastian pengembangan usaha. 

Salah satu pebisnis properti di Tabanan, Ir. Wayan Yogantara, belum lama ini mengungkapan, waktu yang diperlukan kalangan perbankan atas permohonan kredit menjadi salah satu kendala. Karena itu, dia mengimbau perbankan tidak hanya bersaing dalam hal produk, namun juga harus dibarengi dengan kecepatan proses kredit. 

Dia menjelaskan, meski persyaratan administrasi kredit sudah ok , proses kredit masih memerlukan waktu satu hingga dua bulan untuk mendapatkan kepastian pinjaman disetujui atau tidak. 

“Kami pernah mengalami, setelah menunggu lama, baru ada keputusan. Keputusannya permohonan ditolak. Tentu kami memerlukan waktu lagi untuk membuat pengajuan permohonan kredit kembali dari awal,” ujar Ketua BPC Gapensi Tabanan. 

Di tengah ketatnya persaingan lembaga keuangan sekarang ini, katanya, ketepatan waktu menjadi poin penting untuk bisa memenangkan persaingan. Sebab, bila hanya mengandalkan produk, hal itu tidak akan jauh berbeda dengan produk yang ditawarkan di sejumlah kalangan bank umum.

Bagaimana dengan BPR? Dia mengakui, proses di BPR memang lebih cepat. Namun kendala di sana adalah pengenaan suku bunga yang cukup besar dibandingkan bank umum. *man

Fri, 7 Aug 2015 @09:37

Marketing Weekend

Promosi Produk-produk Bank Padma

selengkapnya...

Wed, 5 Aug 2015 @11:11

Salurkan KPR, Bank Umum mulai Bersaing dengan BPR

Salurkan KPR, Bank Umum mulai Bersaing dengan BPR

selengkapnya...

Wed, 5 Aug 2015 @11:05

OJK Perkuat Satgas Waspada Investasi

OJK Perkuat Satgas Waspada Investasi

selengkapnya...

Wed, 5 Aug 2015 @11:04

BPR Wajib Terapkan GCG

Pertahankan Usaha, BPR Wajib Terapkan GCG

selengkapnya...

Wed, 5 Aug 2015 @11:02

OJK Buka Kemungkinan Perlonggar Kredit Kendaraan Lagi

OJK Buka Kemungkinan Perlonggar Kredit Kendaraan Lagi

selengkapnya...

Mon, 3 Aug 2015 @09:23

Ekonomi Bali Masih Bagus, Kredit Hampir Dua Kali Nasional

Ekonomi Bali Masih Bagus, Kredit Hampir Dua Kali Nasional

selengkapnya...

Mon, 3 Aug 2015 @09:01

Halaman Facebook

 

Halaman Facebook Bank Padma

Silahkan Bergabung

 

Fri, 31 Jul 2015 @13:32

Kredit : Unsur-unsur Kredit

Kredit : Unsur-unsur Kredit

selengkapnya...

Wed, 29 Jul 2015 @09:43

Kredit : Syarat-syarat Kredit

Kredit : Syarat-syarat Kredit

selengkapnya...

Tue, 28 Jul 2015 @14:37

Kredit : Fungsi Kredit

Kredit : Fungsi Kredit

selengkapnya...

Tue, 28 Jul 2015 @14:30

Kredit : Jenis-jenis Kredit

Kredit : Jenis-jenis Kredit

selengkapnya...

Tue, 28 Jul 2015 @14:25

Kredit : Tujuan Kredit

Kredit : Tujuan Kredit

selengkapnya...

Tue, 28 Jul 2015 @14:22

Bumi Kini Tidak Lagi Sendiri

Kepler-452b adalah planet temuan terbaru Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA).

selengkapnya...

Mon, 27 Jul 2015 @07:49

Kebaikan dan Keburukan Kredit

Kebaikan dan Keburukan Kredit

selengkapnya...

Fri, 24 Jul 2015 @10:27

Pengertian Bank

Pengertian Bank

selengkapnya...

Fri, 24 Jul 2015 @10:24

Penawaran Uang

Penawaran Uang

selengkapnya...

Fri, 24 Jul 2015 @10:21

Permintaan Uang

Permintaan Uang

selengkapnya...

Fri, 24 Jul 2015 @10:19

1 2 3 4 »

Kategori
Informasi
Komentar Terbaru
Suku Bunga Bank Padma

Suku Bunga Deposito

1 Bulan 7,5 %
3 Bulan 8 %
6 Bulan 8,5 %
12 Bulan 9. %
24 Bulan 10.25 %


 

Halaman Facebook
image

Halaman Facebook Bank Padma

 

Lembaga Penjamin Simpanan

             www.lps.go.id

Ayo ke BANK

Copyright © 2015 Bank Padma · All Rights Reserved